Saturday, October 2, 2010

Carikan aku hati yang baru

Bantu aku temukan hatiku kembali
sepertinya tercecer disepanjang jalan pulang tadi

Sunyi terasa kian menghampiri
Sedari tadi mengekor tak mau pergi.

hai kau sepi.. enyahlah
biarkan aku sejenak rasakan hidup ini

Kosong disini
aku tak punya hati lagi

* serius ini bukan dalam konteks romance

Sunday, August 8, 2010

Sesuatu Untuk Dikenang

Ameba pico tentunya punya kesan lebih buat gue pribadi. Ga kerasa udah 6 bulan lebih aja gue main game facebook yang satu ini. SANGAT MENYENANGKAN , Kesan yang gue dapet.

Ada begitu banyak kenangan di game ini. Gue bisa kenalan sama berbagai orang dipenjuru dunia. Terutama di Indonesia. Dari Magelang, Jakarta,Bandung,Bekasi,Riau,Palembang dan lainnya. Dari smp, seangkatan SMA, anak kuliahan, mahasiswa baru wisuda, tante-tante beranak 1 sampai om-om kantoran. We make a friendship .Berkumpul di dunia maya, dari matahari baru nongol, sampai bulan bersinar :)

Berbagi cerita, pengalaman, informasi terbaru sampai curhat-curhatan. Ada juga yang ampe tukeran nomor handphone (lol) . Seru lah pokoknya.

Gue juga bisa dapet informasi tentang berbagai universitas dan konsultasi jurusan yang bagus. Sangat membantu, memberi pencerahan dimasa labil kaya gini (dasar ababil -_-")

So, here they are. Mereka yang sempat membuat dunia maya terasa lebih manis dari dunia nyata..















Me (joshephina)
heru (hero kampret)

snu (snupy)

opret (prietz)

benot (anak emas)

josh( joshua)

pepei (PeppieLaVista)

bule (bule-potan)

om kumis (gooner)

dani (hanytheadora)




Tuesday, May 18, 2010

Uji kepekaan mata membedakan warna

Online Color Challenge
FACT: 1 out of 255 women and 1 out of 12 men have some form of color vision deficiency.
Take the online color challenge, based on the official FM100 Hue Test by X-Rite.


Berdasar info dari Kaskus. Isengiseng gue nyobain uji kemampuan mata membedakan warna (hue).
Dengan cara mendrag (menggeser) kotak-kotak warna berdasakan intensitas warnanya. Dengan patokan ,warna paling kiri dan paling kanan. Setelah selesai menyusun warna klik "score test". Dan hualaa.. ketahuilah score kamu :)


score gue (shy)

And, ternyata eh ternyata. Alhamdulillah, mata gue masi bagus. Bahagianya :)

Your score: 0
Gender: Female
Age range: 16-19
Best score for your gender and age range: 0
Highest score for your gender and age range: 1460

Ketentuannya, semakin kecil score kamu. Semakin bagus kemampuan mata kamu.
0= perfect score

Hanya 1 dari 255 wanita dan 1 dari 12 pria yang tidak dapat melakukannya dengan baik.


Selamat mencoba :)

Thursday, May 13, 2010

3 Idiots


Entah berapa tahun yang lalu saat terakhir kali gue nonton film india. Jamannya gue SD itulah masa-masa kejayaan film india tayang di TV Indonesia, hampir tiap hari. Pengasuh gue waktu kecil suka banget film india, jadi tiap kali nonton TV, ya film india-lah tontonan wajib gue.

Ada banyak faktor yang membuat film bollywood berbeda. Angle pengambilan gambar yang muter-muter. Scene nyanyi-nyanyi sambil nari-nari dan tentunya backsound yang india banget. Sampai akhirnya masa kejayaan film india surut, gue ga pernah lagi nonton film india. Sampai akhirnya, beberapa hari yang lalu temen gue rekomendasiin film india yang berjudul 3 idiots.

Awalnya ga begitu tertarik karna "film india". Ya memang ada sedikit sentimen negatif, tapi apa salahnya dicoba? Berbekal boleh minjem film download-an dari temen, kemaren malam akhirnya gue nonton 3 idiots. Sungguh, tidak mengecewakan sama sekali. Malah luar biasa kalau gue bilang. Sudah begitu lama gue ga menikmati film bermutu yang sarat akan nilai moral dan pelajaran berharga seperti ini.

3 idiots memperlihatkan bagaimana arti persahabatan,kemauan keras,dan sedikit cinta. Konflik yang terjadi di film ini sama seperti yang ada dikehidupan nyata. Tentang sistim pendidikan yang salah. Nilai moral yang gue terima, sekolah bukan hanya untuk mendapatkan ijazah tapi mendapatkan ilmu. dan ilmu itulah yang akan bermanfaat bagi hidup kita. Belajar bukan hanya sebatas menghafal apa yang ada didalam buku, tapi bagaimana bisa berfikir efisien untuk memahaminya.

Ranchoo ( Aamir khan ) mengingatkan gue untuk benar-benar memasuki universitas gue kelak, benar-benar dari hati, apa yang ada dijiwa gue. Bukan sekedar ikut-ikutan atau terpaksa.

Karna hidup adalah pilihan dan kuatkan hati, percaya bahwa ada kekuatan besar didalam diri


all is well, all izz well, all is well, all izz well
all is well, all izz well, all is well, all izz well
all is well, all izz well, all is well, all izz well
(mantra wajib)

Friday, April 16, 2010

Ameba pico

josh lagi berkunjung ke rumah snupy

Jeng jreng.. Ameba Pico
yup. game facebook yang satu ini, belakangan sukses bikin gue begadang dan ga berenti mantengin monitor. Berawal dari sebuah trit di kaskus yang mengulas tentang game ini, gue iseng-iseng nyobain main. Awalnya sumpah ga ngerti. Cuman belakangan bisa dong.. dan nemu dimana enaknya.

Menurut info yang ada, ameba pico itu versi US-nya dari ameba pigg yang berasal dari jepang. Bedanya, tentu saja ameba pigg menggunakan bahasa jepang dan tulisan jepang. Ameba pico pake bahasa inggris. So, ameba pico lebih universal.

Tapi tapi tapi..
sejauh pengamatan gue, pico lebih pas jadi tempat nongkrong orang Indonesia. Apa lagi kaskuser. Beh, bejibun deh.. Asli, kalau pun lo ga ngerti-ngerti amat sama bahasa inggris, ga masalah. Kemana pun melangkah ada orang Indonesia disana.

Asiknya pico, bisa nambah temen dari berbagai penjuru, seIndonesia. Luar negri juga boleh. Tapi rata-rata buddies gue orang Indo aja sih, hihi.. Cuman ada 1 orang jepang, namanya yoshi. Lumayan bisa bahasa inggris. jadilah gue beringgris ria yang asli, lumayan parah, cacat grammar. Ahaha, persetan dengan grammar, yang penting yoshi ngerti apa yang gue maksud.

Belom lagi kenalan baru asal Indonesia. Pada gokil semua dan selalu berhasil bikin gue ngakak. Syukur-syukur ketemu kaskuser yang udah ISO, boleh ngemis cendol deh.. hihi

Intinya pico asik deh. Yang udah main sok atuh main kerumah akyu. Kalo belom pernah, ayo dijajal dan have fun

Pokoknya pico bikin gue betah begadang deh :)



Sunday, March 28, 2010

pelajaran penting hari ini

Minggu ini sedikit berbeda dari minggu-minggu lalu. Ada kesibukan yang menguras tenaga dan waktu pagi ini. Saat gue masih setengah sadar, berbagai tugas sudah menanti untuk dikerjakan. Seketika minggu bebas gue berubah menjadi hari 'ngebabu' lokal. Karna cuman gue dan nyokap yang kerja keras sedangkan abang-abang gue yang lain masih terlelap dikamar masing-masing. Gini deh, jadi anak cewe.

Okelah, gue kebagian beres-beres rumah, sedangkan nyokap masak-memasak. Ruang tamu menjadi sasaran pertama gue. Debu-debu bertebangan disana-sini membuat udara sesak. Perabot-perabot serta buku-buku yang bertebaran dimeja telah dikembalikan keposisi semula. Sepatu, sendal sudah tersusun rapi di rak-rak. Lantai sudah kinclong dan akhirnya tugas gue selesai. Tapi, 1 spot favorit gue belom diberesin, apalagi kalau bukan meja komputer. Kertas,buku,kalkulator,kacamata,kunci, dan hal-hal lain berserakan. That's my next job.

Seharusnya sih, melihat rumah sudah rapi dan bersih kerjaan gue kelar. Tapi, mumpung gue lagi rajin (ini jarang sekali terjadi) sekalian aja sepatu ama tas gue cuci, sehubungan juga dengan masa liburan UN yang akan segera berakhir.

Baju gue udah basah dengan peluh. Saatnya mandi..

Akhirnya, rombongan tamu penyebab hari ngebabu ini tercipta datang. Sanak saudara dari kampung datang berkunjung. Sekalian membawa buah tangan kue sapik, kamaloyang, rakik kacang dkk. Nyokap sibuk nyiapin makan siang sedangkan gue?
hehehe..

Rombongan tamu yang cewe pada masuk kekamar gue yang asli, belom sempet gue bersihin. Dengan malu-malu gue memungut baju-baju dan kertas-kertas yang berserakan dilantai dan meja. Bermacam komentar terlontarkan. Setelah mereka puas mengomentari kamar gue yang 11, 12 ama kapal pecah mereka berpindah keruang keluarga. Langsunglah gue ngerapiin kamar dengan kecepatan tinggi. Dan hwala.. 15 menity kemudian semua sudah berada pada tempatnya.

Setelah selesai makan siang, azan pun berbunyi. Semua tamu yang rata-rata cewe memenuhi kamar gue untuk bergantian melaksanakan solat dzuhur. dan tebak apa yang selanjutnya terjadi!!

"Tiwi, scrub buat pencuci mukanya mana?" jeglerr. mampus, gue ga tau apakah benda semacam itu ada dirumah ini. Gue ngubek-ngubek kamar dan toilet mencari barang yang ditanyakan itu. Untunglah ternyata ada. Selanjutnya benda yang dicari adalah bedak padat. Beuhh, sekali lagi untung gue punya. Syukurlah mereka menanyakan hal-hal yang tidak terlalu extreme. Apa jadinya kalau yang diminta itu maskara, lipstik, atau blush on???

Karna memang gue ga punya hal-hal yang seperti itu. Gue si, natural aja. hehe (ga bisa dandan). Karna tingkat kecewean gue rada rendah.. :D

mungkin pelajaran hari ini adalah Selalu sediakan scrub pencuci muka dan bedak dirumah karna sewaktu-waktu sepupu anda bisa memintanya Ting.. ting..

Thursday, March 18, 2010

Harmonium tua


Senin selasa rabu kamis.. jum'at sabtu minggu, hari minggu tak sekolah..

Kalau gue bilang hari Minggu adalah hari MERDEKA untuk para siswa, setuju kah? Gue pribadi sih iya banget.

Weekday penuh diisi dengan segala hal yang berbau edukasi. Mulai matahari baru nongol sampai matahari udah tenggelam pun, kadang gue masih mengedar disudut-sudut kota (untuk apa?) tentulah untuk melakukan kegiatan 'menuntut ilmu'.

Prinsip gue, Minggu itu waktunya istirahat full, ga ada les, ga ada kegiatan lain diluar rumah. Full seharian dirumah!! Melakukan hal-hal yang ga bisa gue lakukan di weekday. Kalau dibikin istilahnya sih, 'hari mangalai-ngalai' :P

Apapun itu, yang pasti jangan paksa gue untuk keluar dari rumah kecuali kalau gue yang punya inisiatif sendiri.


Okeii
Minggu lalu, gue sedikit melenceng dari kebiasaan minggu itu. Gue ga full day at home. Kali itu gue pergi maen kerumah nenek yang jaraknya kira-kira 500 meteran dari rumah gue. Deket memang, cuman terakhir kali gue kesana sebulan yang lalu si.

Nyampe rumah nenek, biasalah gue main dulu sama sepupu-sepupu yang asli pada rese. Tapi, gue paling seneng gangguin tu makhluk pada ampe mewek trus pada ngadu sama nyokapnya. but weits.. gue ga bakal dimarahin si, palingan tante gue itu cuman ketawa doang. so.. aman!

Udah 3 jam lebih gue disana. Si Lani, sepupu yang masi bayi udah tepar. Ga ada lagi yang enak gue gangguin. Alhasil tangan-tangan ini mulai lincah merogoh-rogoh benda apa saja yang ada disekeliling gue. Mulai dari biskuit regal, oreo album foto jadul sampai kesuatu benda klasik yang sudah dari dulu gue amati. Tapi ga punya keinginan untuk mencari tau nama, kegunaan dan cara memakainya.

Akhirnya, sore itu gue menurunkan alat musik yang mirip piano itu kedepan pintu rumah agar bisa lebih jelas mengamatinya. Debu bertebangan saat gue membuka penutup yang terbuat dari rajutan itu. Gue pencet-pencet tuts benda itu berharap bisa mendengar bunyi yang dihasilkannya. Namun tak ada bunyi yang keluar. Apakah benda ini rusak? Gue tanyakan pada si empunya. "Nek, gimana cara maininnya nih?". "Tarik tuas yang putih itu, lalu kipas dibelakangnya" nenek menjelaskan.

Oke,sebatas menarik tuas putih, gue paham dan bisa. Cuman, apanya yang musti dikipas? Dikipas pake tangan gitu? atau gimana? gue bingung. Kiki, sepupu cowo gue sepertinya lebih kreatif mengutak atik bagian belakang dan Huwalaaaaa...
Terdengarlah bunyi lembut dari benda itu yang ternyata bernama HARMONIUM, bukan harmonika loo

Cara kerja harmonium ini adalah, hanya akan berbunyi saat tuas yang ada didepannya ditarik dan dipompakan udara kedalamnya. Bagaimana cara memompakan udaranya? Yaa, dibagian belakangnya ada kipas yang bisa kita tarik kedepan dan belakang sehingga udara masuk dan harmonium berbunyi saat tutsnya dipencet.

Entah bagaimana cara memainkannya yang benar, tapi biar ga ribet gue berkoordinasi sama kiki untuk memainkannya. Kiki bagian ngipas, dan gue bagian main :P
Sungguh koordinasi yang menyenangkan, karna gue pihak yang diuntungkan hehe

Thursday, March 11, 2010

Dust in the Wind

kelas gue pasca G30S Pdg



Suatu siang cerah, angin berhembus begitu kencangnya dan menerbangkan dedebuan, nyaris membutakan mata.

Nama blog ini memang Gadis Negri Debu. Hanya saja kali ini, debu yang menjadi perhatian berbeda dengan sang debu yang selama ini menemani hidup gue.

Beberapa hari yang lalu, gue cuman mendapatkan teriknya matahari yang panasnya menyengat sampai keubun-ubun disiang hari dan dingin yang menusuk tulang di malamnya. Sungguh, pancaroba kah sekarang?

Hari ini, matahari tidak terlalu bersemangat menyinari Kota Padang. Awan bergumpalanlah yang senantiasa menaungi langit kota. Sedangkan matahari hanya bisa mengintip dibaliknya. Angin yang berhembus menjadi pelengkap.

Kehadiran sang angin begitu gue syukuri awalnya. Karna suasana kelas yang biasanya panas dan pengap sejenak berganti menjadi sejuk dan damai. Sesuatu yang ga bakal gue rasain dikelas lama yang sejuknya buatan (AC). Jilbab pramuka yang gue kenakan berkibar bak bendera merah-putih saat upacara bendera.

Semakin lama, sang angin makin menampakkan eksistensinya. Hembusannya yang awalnya sepoy-sepoy dan damai mulai berubah ganas dan mengerikan. Tak kenal ampun, menerbangkan semua hal yang dilaluinya, debu, kertas,sampah sampai tong sampah.

Membuat tirai bambu penghambat sinar matahari dan hujan masuk ke kelas berkibar dengan agresif. Berayun ke depan ke belakang dengan gerakan yang ga seirama. Bukan sesuatu yang indah gue rasa, cuman terlihat eksotis. Awalnya bergerak menjauhi dinding kelas (baca: triplek dan jaring-jaring tipis), meliuk-liuk diudara dan sesaat kemudian menghembaskan tubuhnya dengan sekuat tenaga ke triplek tak berdosa itu, lalu 'dum'. Menciptakan suara ribut yang mengagetkan seisi kelas. Ini bukan perkara 1 tirai bambu, namun berlusin-lusin tirai yang menaungi 9 kelas darurat yang dibangun dilapangan sekolah gue. Dan bagaimana hasilnya? tepat, suasana bising,gaduh dan berisik memenuhi semua kelas. Otomatis, konsentrasi buyar.

Untuk berkonsentrasi dikelas yang hanya berbatasan triplek dimana tak ada pintu dan jendela untuk meredam suara bising dari luar saja sudah susah. Apalagi ditambah suara dentuman-dentuman tirai-tirai bambu itu. Sulit.

Berjam-jam proses PBM gue berusaha memusatkan konsentrasi. Ditambah lagi, ada ulangan matematika bab limit. Namun semua itu bisa gue lalui.

Jam pulang sekolah, gue ada tugas extra buat nempel beberapa foto kartini muda (karmud) dan hatta muda (hatmud) di mading sekolah. Perkara tempel-menempel ini tidak menjadi soal buat gue. Yang jadi masalah, anginnya itu lo. Membuat artikel-artikel dan gambar-gambar yang tertempel disana copot karna kaca pentupnya gue buka. Nambah lagi satu kerjaan, merapikan tempelan mading. Tapi finally, semuanya teratasi :)

Ternyata ga cuman dust in the wind. Tapi juga garbage in the wind dan bamboo curtains in the wind